Tugas Q
Tentang Wonogiri
Wonogiri, (bahasa Jawa: Wanagiri, secara harfiah “Hutan di Gunung”), adalah sebuah daerah kabupaten di Jawa Tengah. Secara geografis lokasi Wonogiri berada di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo, bagian selatan langsung di bibir Pantai Selatan, bagian barat berbatasan dengan Wonosari di provinsi Yogyakarta, Bagian timur berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan. Ibu kotanya ialah Kota Wonogiri. Luas kabupaten ini 1.822,37 km² dengan populasi 1,5 juta jiwa.Pemerintahan Saat ini (pada tahun 2008) Kabupaten Wonogiri dipimpin oleh Bupati Begug Poernomosidhi dan Wakil Bupati dr. Y. Sumarmo. Dalam jalannya roda pemerintahan, bertumpu pada semboyan Wonogiri SUKSES yang merupakan singkatan dari STABILITAS, UNDANG-UNDANG, KOORDINASI, SASARAN, EVALUASI, dan SEMANGAT JUANG.
Pariwisata
Di Kabupaten Wonogiri terdapat banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Baik wisata spiritual, petualangan, wisata alam dan lain sebagainya. Di antaranya obyek wisata Waduk Gajah Mungkur, wisata ganthole.
Terdapat sebuah situs bersejarah bernama “Kahyangan” di dusun Dlepih, Tirtomoyo, yang jaraknya kurang lebih 47 km dari ibu kota kabupaten Wonogiri.
Dari Kota Wonogiri, pengunjung bisa naik bus dari terminal bus giriwono dan naik minibus dari dekat ponten (dekat Kantor Badan Pertanahan), jurusan Tirtomoyo. Dari Tirtomoyo, bisa naik angdes jurusan Kahyangan atau Sukarjo. Sampai sekarang belum ada angdes yang bisa masuk sampai Kahyangan, sehingga harus dilanjutkan jalan kaki sekitar 1 Km. Pengunjung berkendaraan bisa langsung sampai ke tempat parkir Kahyangan.
Sebetulnya desa Taman dulunya merupakan sentra batik tulis, yang produknya banyak disetorkan ke Solo, untuk diproses lanjut. Banyak warga desa yang bergerak di bidang yang berhubungan dengan batik, baik sebagai pembatik, pembuat patron, pemasok kain mori. Akan tetapi, seiring dengan diperkenalkannya teknik pembuatan genting press, yang hasilnya cepat diperoleh, maka semakin lama industri batik semakin tergeser.
Sesampai di Kahyangan, pengunjung akan mendapati goa yang terletak di atas kedung. Konon, tempat itu sebagai tempat bersemedinya Danang Suto Wijoyo, atau yang dikenal dengan Panembahan Senopati, raja pertama kerajaan Mataram Islam. Selain itu, terdapat pula air terjun, dan puncak Kahyangan yang konon merupakan tempat di mana Sutowijoyo menemuai Kanjeng Ratu Kidul, sehingga bagi yang percaya tahyul, dilarang memakai baju yang berwarna hijau.
Tempat itu sangat ramai di malam menjelang pergantian tahun Jawa (bulan Suro). Banyak pendatang dari luar daerah, terutama dari daerah Yogyakarta, untuk bertirakatan di sana. Di hari-hari biasa, terutama malam Jum’at Kliwon, biasanya banyak dikunjungi orang-orang dari luar daerah, yang mengadakan syukuran atas keberhasilan yang telah dicapai di tempat perantaunnya, dengan mengundang warga sekitar.
Makanan khas
Dulu terkenal dengan “tiwul” tapi sekarang sudah jarang dijumpai “Ngaso angkringan”,Beberapa jenis makanan khas tersedia di Wonogiri. Kacang Mede adalah makanan yang berasal dari biji buah jambu medeEmping adalah makanan yang berasal dari biji buah melinjo. Biji buah dikupas, lalu ditumbuk sampai berbentuk lempengan kecil. Kedua jenis makanan ini disajikan setelah terlebih dahulu digoreng sampai kecoklatan. Cabuk adalah makanan yang berasal dari biji wijen yang dicampur dengan bumbu masak. Berbentuk pasta, warna hitam, terbungkus daun pisang. (jambu mete) yang memang banyak terdapat di wilayah Wonogiri.
Juga ada makanan dari singkong yang disebut “Pindang”, ini berasal dari tepung singkong yang dimasak dengan Daging Kambing, yang terkenal di sebelah Barat Lapangan Kecamatan Ngadirojo.
Saat pagi hari juga sering dapat dijumpai Kue Serabi di beberapa tempat di dekat Pasar Kota Wonogiri.
Makanan khas lain adalah Bakso dan Mie Ayam Wonogiri yang memiliki citarasa khas, makanya di Jakarta banyak sekali tukang bakso atau mie ayam dari Wonogiri, namun sayang kalau membeli di Jakarta rasanya jauh tidak enak. Mie Ayam yang terkenal adalah Mie Ayam Pak Sabar, Mie Ayam Pak Brewok, Mie Ayam dan Bakso Mas Bentoel. Bakso yang terkenal Bakso Gajah Mungkur dan Bakso Titoti.
Selain itu pada malam hari, banyak juga pedagang makanan lesehan yang tersebar sepanjang jalan-jalan di Wonogiri, dengan bermacam-macam jenis makanan, yang terkenal antara lain seperti Gudeg & Nasi Liwet Bu SAMAN GI (depan toko Baru), Mie Rebus Jawa Pak BAGONG (terminal lama), Cap Cay depan Gereja GKI.
Pusat jajanan khas Wonogiri ada di dekat kantor Kecamatan Selogiri, kurang lebih 5 km dari pusat Kota Wonogiri ke arah Kota Surakarta. Di pusat Kota Wonogiri, terdapat beberapa toko yang menyediakan makanan khas, salah satu di antaranya adalah Toko Sari Roso. Selain itu, oleh-oleh khas Wonogiri juga bisa diperoleh di kios-kios yang banyak terdapat di pasar Wonogiri, salah satu yang cukup banyak dikunjungi pembeli adalah kios Bu Darmo.
Pertanian
Secara umum, wilayah Kabupaten Wonogiri terbagi menjadi 2 kelompok. Wilayah selatan yang membentang dari perbatasan Kabupaten Pacitan (Provinsi Jawa Timur) sampai perbatasan Kabupaten Gunung KidulProvinsi DIY) adalah wilayah yang kaya dengan pegunungan kapur. Pada area ini tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali berladang (palawija) dengan ketergantungan pada curah hujan. Curah hujan per tahun berada pada level yang rendah. Area ini memiliki banyak sumber air dalam, dimana sampai saat ini masih belum bisa dimanfaatkan. Di beberapa tempat, dapat dijumpai sawah dengan jenis padi khusus (padi Gogo Rancah), ditanam pada media tanah yang sengaja diurugkan di atas batuan kapur. (
Dari area timur berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), area utara berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar, dan area barat berbatasan dengan berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, memiliki karakteristik yang relatif mendukung. Curah hujan yang cukup, dengan dukungan irigasi yang optimal, mampu mendukung budaya pertanian yang lebih menjanjikan. Hamparan sawah banyak dijumpai pada area ini.
Perkebunan
Secara umum, seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri masih mampu memberikan hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah. Singkong (manihot), coklat (cacao), kacang mede, emping melinjo, sayur-sayuran, merupakan contoh hasil perkebunan yang relatif baik.
[sunting] Industri
Di bidang industri, Kabupaten Wonogiri memiliki beberapa perusahaan yang maju. PT. Deltomed Laboratories dan Air Mancur contoh perusahaan jamu yang maju. Menghasilkan produk-produk jamu kemasan modern, perusahaan ini termasuk salah satu industri yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Industri jamu juga terdapat pada level industri kecil, di mana banyak perajin jamu yang memasarkan di pasaran lokal. Banyak pula perajin jamu yang merantau ke luar daerah, lalu eksis di kota-kota besar di Indonesia.
Di samping jamu, Kabupaten Wonogiri juga memiliki industri makanan bakso. Sebagaimana perajin jamu, mereka juga banyak yang merantau ke luar daerah, lalu mendapatkan hasil yang memuaskan. Salah satu pengusaha bakso yang sukses di Jakarta adalah Slamet Riyanto, dengan merek BAKSO TITOTI.
Industri transportasi di Kabupaten Wonogiri juga turut memberikan sumbangan. Beberapa perusahaan transportasi bus AKAP (antar kota antar provinsi) banyak terdapat dan dimiliki oleh pengusaha lokal. Beberapa contoh adalah Timbul Jaya, Tunggal Dara, Tunggal Daya, Purwowidodo, Serba Mulya, Sedya Mulya, Ismo,Gajah Mungkur, Sumba putra, joko tingkir dan Pelita. Rata-rata mereka melayani rute ke arah Jakarta, beberapa kota di pulau Sumatera dan kota Denpasar.
Telekomunikasi
Perkembangan layanan telekomunikasi telah pula membantu Kabupaten Wonogiri untuk bisa mendapatkan layanan telekomunikasi yang baik. PT. Telekomunikasi Indonesia telah menempatkan satu kantor layanan. Dengan STO (Sentral Telepon Otomatis) berkapasitas lebih dari 3000 nomor, masih didukung dengan ekspansi operator selular, layanan telekomunikasi telah mampu dinikmati. Hampir semua operator (Telkomsel, Excelcom, Indosat) telah memasang perangkat BTS (Base Transceiver Station) di pusat kota Wonogiri. Telkomsel telah merambah beberapa kota kecamatan, disusul juga BTS dari Mobil8(fren).
Kesehatan
Tersedia beberapa layanan rumah sakit, di antaranya:
* Rumah Sakit Umum Wonogiri
* Rumah Sakit Marga Husada
* Rumah Sakit Medika Mulya
* Rumah Sakit PKU Muhammadiah
* Rumah Sakit Bersalin Fitri Candra
Lebih Detail tentang PariwisataTEMPAT PARIWISATA
WANA WISATA KETU

Wana wisata Ketu berada di bagian utara dari Kota Wonogiri, dengan jarak 6 (enam) kilometer. Menempati posisi yang sangat strategis, karena berada tidak jauh dari jalan utama. Bagi wisatawan untuk mencapai obyek ini sangat mudah karena bisa ditempuh dengan angkutan umum, angkutan pribadi, maupun angkutan tradisional seperti angdong, becak. Wana wisata Ketu ini bagi masyarakat Wonogiri tidaklah asing, sebab hutan yang berpayungkan pohon pinus banyak diminati oleh kawula muda untuk mengisi acara liburan sekolah ataupun liburan nasional. Pada hasi-hari tersebut banyak tenda berdiri dibawah pepohon yang rindang. Di wana wisata Ketu ini juga terdapat petilasan Sunan Gunung Giri, maka tidak aneh jika banyak masyarakat sekitar berbondong-bondong datang berziarah. Paling ramai yaitu pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Wisatawan yangdatang untuk berziarah, biasanya dengan berbagai tujuan dan kepentingan serta keinginan.
TEMPAT PENYIMPANAN PUSAKA PANGERAN SAMBERNYAWA

Tempat penyimpanan Pusaka Pangeran Sambernyawa terletak di perbatasan antara Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan tempat penyimpanan ini berada di wilayah Wonogiri. Kalau melihat secara seksama, bahwa tempat ini sangat strategis dan potensial untuk dikembangkan, berada pada persimpangan tiga jalan yaitu jalan menghubungkan Wonogiri dengan Sukoharjo serta jalan menuju obyek wisata batu seribu yang masih wilayah Kabupaten Sukoharjo. Pangeran Sambernyawa (Pangeran Penyebar Maut) dilahirkan di Keraton Kartasura pada Minggu Legi 4 Ruwah tahun Jimakit 1650 Aji Windu Adi Wuku Waring Agung atau tanggal 7 April 1725. Ayahnya bernama Kangjeng Pangeran Arya Mangkoe Negoro yang dibuang ke Sri Langka (ceylon), ibu bernama Raden Wulan, putri Pangeran Butar. Sejak di tinggalkan oleh ayah dan ibunya, Raden Mas Said/ Pangeran Sambernyawa bersama dengan adiknya, R.M. Ambia dan R.M. Sabar hidup dalam suasana kemelaratan danhampir tersisih dari keluarga Istana Keraton Kartasuro.
Menjelang usia 14 tahun, atas kehendak Paku Wubowo II, R.M. Said diangkat menjadi Mantri Gandek Keraton Kartasuro dengan Nama R.M. Ng. Suryokusumo. Pada usia 16 tahun, yaitu tahun 1740 di Batavia (Jakarta) terjadi pemberontakan China (Geger Pacinan) terhadap Belanda. Pemberontakan ini meluas ke daerah-daerah lain di pulau Jawa dan Kerajaan Mataram hendak menyerang Keraton Kartasuro yang telah berpihak kepada Bangsa Belanda. Pangeran Sambernyawapun pergi bersama teman-temannya meninggalkan Keraton Kartasuro. Mulai saat itu Pangeran Sambernyawa bergerilya untuk memimpin rakyat melakukan pemberontakan. Karena wilayah jangkauan yang termasuk daerah Surakarta dan sekitarnya, maka beliau menyimpan pusakanya di daerah Wonogiri. Sampai sekarang tempat ini masih berdiri seakan hendak bercerita kepada wisatawan tentang masa perjuangan serta liku-likunya.
WADUK GAJAH MUNGKUR
Waduk Gajah Mungkur diresmikan Penggunaannya oleh Presiden Soeharto tahun 1981 (dibangun dalam tempo 3 tahun 1979 – 1981). Tujuan utama pembangunan Waduk yaitu untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian milik masyarakat sekitarnya. Kemudian dikelola untuk kegiatan pariwisata, karena menjanjikan sejuta pesona untuk dinikmati oleh wisatawan. Melihat kondisi morfologi dan topografis, daerah Wonogiri khususnya Waduk Gajah Mungkur sangat strategis untuk olah raga udara dan air (layar, dayung). Wonogiri merupakan daerah perbukitan berupa lembah buta. Secara regional kawasan ini termasuk bagian dari topografis pegunungan Selatan dengan ketinggian bukit yang sangat bervariasi antara 15 – 20 meter. Daerah datar antar perbukitan menempati dasar-dasar bukit yang terpisah-pisah.
Umumnya bentuk lereng gunung lurus hingga cembung dengan panjang lereng bervariasi antara 50 – 300 meter, kemiringan lereng antara 25 – 60 derajat. Waduk dan bukit ini mempunyai nilai keindahan yang unik dan alami, berada pada tatanan alam yang menawan. Tugu peringatan berupa patung bedol desa yang terdapat di taman Rekreasi, menjadi saksi pengobanan 51 desa, kurang lebih 12.157 kepala keluarga dan 67.157 jiwa dengan cara bertransmigrasi bedol desa. Taman rekreasi ini memiliki kelengkapan antara lain kebun binatang mini, kolam renang serta arena permainan anak-anak. Tawaran lain bagi wisatawan selain ketiga fasilitas tersebut berupa mengarungi Waduk Gajah Mungkur sambil memancing atau hanya sekedar berpetualang menyusuri waduk seluar 9.700 hekatar dengan panjang waduk 1.452 meter, tinggi waduk 42 meter dan volume 730 juta meter kubik.
Wisatawan yang menyaksikan tempat budidaya ikan dengan sistem jala dan keramba terapung. Kenikmatan perjalanan akan lebih lengkap bila wisatawan mampir untuk makan di warung makan terapung sambil menikmati semilir angin berhembus. Untuk pengembangan aerowisata di kawasan waduk dibutuhkan penyediaan beberapa fasilitas yang secara garis besar dibedakan dan dikelompokkan menurut zona-zona serta dihubungkan dengan karakteristik wisatawan, permainan disediakan seorang instruktur dan pengawas (SAR) yang bertanggungjawab dari segi keamanan mengawasi, mengamankan dan menolong setiap wisatawan yang butuh pertolongan. Di kawasan waduk pernah diadakan kejuaraan Gantole Internasional Championship pada tahun 1994 yang lalu. Maka diharapkan itu menjadi awal yang baik dalam pengembangan olah raga. udara di waduk khususnya dan Indonesia Umumnya. Juga guna meningkatkan kemampuan dan prestasi penerbang gantole Indonesia. Di satu pihak diharapkan dapat menyerap wisatawan sebanyak mungkin untuk peningkatan pendapatan daerah dan devisa negara.
TAMAN SELOPADI
Taman Selopadi terletak 200 meter dari pusat kota Wonogiri, memiliki lokasi yangs angat strategis karena berada di tepi jalan yang menghubungkan kota Wonogiri dan Kota Sukoharjo maupun Solo. Dengan letak yang sangat strategis, maka cocok untuk bersantai setelah melakukan perjalanan jauh. Taman ini terletak di atas ketinggian, memunyai keunikan yang sangat menakjubkan karena bersandarnya sebongkah batu besar dengan berat kira-kira 10 ton pada sebatang pohon asam Jawa, keunikan ini oleh masyarakat Wonogiri disebut Plitheng Semar. Taman Selopadi merupakan tempat bersantai yang murah meriah bagi kawula muda. Dari taman ini wisatawan dapat menikmati keindahan Kota Wonogiri dan lalu lalangnya kendaraan bermotor dalam berbagai bentuk. Taman Selopadi memiliki luas areal 0,5 hektar dilengkapi dengan patung dari sebuah pondok pemantauan. Mengingat lokasi yang sangat strategis tersebut sudah seharusnya pihak pengelola taman mengembangkannya sehingga nantinya dapat menambah dan meningkatkan pendapatan daerah.
Lebih detail tentang kuliner
Rujak Gandes Wonogiri
Di wonogiri banyak yg bisa di kunjungi buat yg suka wisata kuliner, yg paling terkenal dr wng yaitu baksonya, makanya di jakarta jg banyak di jumpai warung bakso wonogiri, coba sekali2 kalau jajan bakso di jkt tanya sama abangnya asalnya dr mana ada kemungkinnan 65 % penjualnya mungkin dr wngr, sampai2 waktu pas kenalan sama org indonesia yg di doha, begitu menyebut kota asal kami langsung nyeletuk, kok nggak jualan bakso!!!
kalua mau coba bakso di sini byk bgt pilihan di antaranya , bakso bang bejo, bakso gajah mungkur, bakso titoti, bakso cengkal dll, nggak ke hitung deh warung bakso di sini…., kalua mau coba makan sate kambing dan tengkleng yg enak, di deket perempatan gudangseng itu nikmat bgt sate sama tengklengnya, suamiku paling suka makan di sini, selain di sini kami kl cari sate di daerah wuryantoro di depan polres, kl dr arah wngr kota ikuti jalur yg ke arah waduk gajahmungkur.
Yg suka makanan dr ayam jg ga usah binggung di wngr, tanya aja, di mana warung Ayam bakar Bu Pur, Ayam Goreng mbok Tiyem, dan kalau sore di bawah Plinteng semar (batu besar sekali yg di sangga satu buah pohon, letaknya di tenggah kota wngr) ada lesehan yg masakanya enak, yg menyediakan ayam bakar, lele, ikan bakar dll, ada juga warung tenda ayam goreng kampung di depan terminal lama, matap deh….
Nah buat yg suka ikan bakar, cari resto di dekat Waduk Gajah Mungkur, di sini banyak berjejer restoran yg menyediakan Nila bakar, ada Rm Pak Glinding, Sari Rasa dan masih byk lagi, biasanya kalua hari libur rame pengunjugnya. Ikan bakar di sini beda penyajianya, nggak kaya di warung2 seafood yg di jakarta, kl di sini ikan sudah di bumbuin dan di masak setengah matang, begitu ada yg beli baru di bakar, di sajikan dng sebakul nasi, lalap dan sambel trsai, asiknya di sini sambil makan kita bisa menikmati pemandangan waduk gajah mungkur, memang rata2 Rm di daerah sini di bangun di pinggir bendungan, jd selain makan pengunjung juga bisa menikmati indahnya alam sambil mendengarkan gending2/ lagu2 jawa yg dimainkan oleh sekelompok penyinden, yg ngamen dr rumah2 makan di sekitar bendungan.
Kalau yg suka cemiilan, tersedia byk kios2 kecil di pasar wonogiri yg jual aneka macam makanan, yg paling byk di cari kl lg ke wngr biasanya kacang mete (mede), memang di sini byk tumbuh pohon mete, sekalipun begitu harga kacang ini masih relatif mahal. Selain kacang mete, byk ragam makanan yg lain spt, emping melinjo, geti, brem, tempe kripik, karak beras (krupuk beras) dll, kl makan2 ini relatif murah, di banding kacang mete. Ada juga semacam sambel yg di buat dr wijen, di bungkus dgn daun pisang dan warnanya hitam org biasa menyebut ini sambel cabuk, entah di daerah lain ada atau nggak, yg jelas di pasar wonogiri byk org jual sambel hitam ini, waktu pertama coba mungkin agak aneh rasanya, tp kl dah biasa makan ngagenin lho….
INI VIDEO KESENIAN WONOGIRI
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed